Breaking News

Hari Keempat Gebyar Batu Bara Bertanjak VII 2026, Tari Zapin Kreasi Meriah, Pengunjung Membludak, Omzet UMKM Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah


BATU BARA (bahagianews.com) – Suasana malam hari keempat Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 pecah oleh antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Istana Niat Lima Laras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026) malam.

Ribuan pengunjung terlihat memeriahkan rangkaian kegiatan, mulai dari perlombaan tari Zapin kreasi hingga aktivitas perdagangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kemeriahan festival budaya yang berlangsung pada 10–16 Oktober 2026 ini semakin terasa dengan tingginya antusiasme pengunjung. Area kegiatan dipadati masyarakat yang datang untuk menyaksikan perlombaan, menikmati hiburan, sekaligus berburu kuliner dan berbagai produk yang dijajakan pedagang.

Pada hari keempat, rangkaian kegiatan diawali dengan seminar kebudayaan pada siang hari, kemudian dilanjutkan dengan perlombaan tari Zapin kreasi pada malam hari.

Perlombaan tari Zapin kreasi menjadi salah satu daya tarik utama. Para peserta menampilkan gerakan tari khas Melayu yang dikemas secara kreatif, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Panitia Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026, Darmawan Sarianto Nasution, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang telah membantu menjaga ketertiban sehingga kegiatan berlangsung lancar di tengah ramainya pengunjung.

"Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada pengunjung yang telah datang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang telah mengamankan acara." ujar Darmawan.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan festival budaya yang bertujuan melestarikan tradisi Melayu sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Batu Bara. 


Tidak hanya perlombaan tari Zapin kreasi yang menyedot perhatian, ramainya pengunjung juga membawa berkah bagi para pedagang UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi acara.

Hasan, salah seorang pedagang kaos sablon, mengaku dagangannya laris dibeli pengunjung pada malam tersebut. Keramaian festival memberikan peluang baginya untuk meningkatkan penjualan selama kegiatan berlangsung.

Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Istana Niat Lima Laras turut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Berbagai lapak makanan, minuman, pakaian, dan produk lainnya menjadi bagian dari geliat perdagangan selama festival.

Perputaran ekonomi UMKM selama penyelenggaraan Gebyar Batu Bara Bertanjak VII 2026 diperkirakan dapat mencapai ratusan juta rupiah. 

Kondisi ini memperlihatkan bahwa festival budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil

Penyelenggaraan festival ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan daya tarik pariwisata, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dengan antusiasme pengunjung yang begitu tinggi pada malam keempat, Gebyar Batu Bara Bertanjak VII 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa budaya Melayu dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi daya tarik bagi generasi muda sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.(red). 

© Copyright 2025 - Bahagianews.com