Breaking News

Hari Keempat Gebyar Batu Bara Bertanjak VII 2026, Seminar Kebudayaan Edukasi Makna dan Filosofi Tanjak

BATU BARA (bahagianews.com) – Memasuki hari keempat Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026, seminar kebudayaan digelar di Istana Niat Lima Laras, Kabupaten Batu Bara, Pada Rabu.(14/10/2026) 

Seminar ini membahas makna tanjak dan jejak sejarahnya di Batu Bara dengan menghadirkan penggiat seni tradisional Alam Melayu, Abu Abdillah Fahmi sebagai pemateri.

Seminar tersebut dihadiri pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus, dan elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan warisan budaya Melayu sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tanjak.

Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai makna dan filosofi tanjak, waktu dan kesempatan penggunaannya, tata cara memakai tanjak, serta pengenalan berbagai jenis tanjak. Pembahasan mengenai jejak tanjak di Batu Bara juga menjadi bagian penting dalam upaya menggali dan menjaga warisan budaya Melayu di Batubara. Menurutnya, keterlibatan pelajar dan elemen masyarakat dalam kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memperluas pengetahuan tentang budaya Melayu, khususnya tanjak sebagai bagian penting dari identitas Luhur masyarakat.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan tidak hanya mengenal tanjak dari bentuk dan penggunaannya, tetapi juga memahami filosofi, nilai budaya, serta tata cara pemakaiannya dalam berbagai kesempatan.

Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur sehingga tradisi tanjak tetap dikenal dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

Muhammad Rozi selaku penggagas Gebyar Batu Bara Bertanjak menyambut positif pelaksanaan seminar kebudayaan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan pelajar, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk memperluas pengetahuan tentang budaya Melayu, khususnya tanjak sebagai bagian dari identitas tradisional masyarakat.

"melalui seminar ini kita berharapkan generasi muda dan kalangan masyarakat tidak hanya mengenal tanjak dari bentuk dan penggunaannya, tetapi juga memahami filosofi, nilai budaya, serta menumbuhkan rasa kecintaan terhadap warisan luhur",Tuturnya.

Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur sehingga tradisi tanjak tetap dikenal dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman

Ketua Panitia Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026, Darmawan Sarianto Nasution, turut menyambut baik terselenggaranya seminar kebudayaan tersebut.

"Melalui seminar, diharapkan nilai kebudayaan Melayu, tidak hilang dari ingatan generasi muda Melayu Batubara," ujarnya.

Seminar ini menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan pengetahuan dan edukasi budaya kepada masyarakat.

Kehadiran pelajar, dan Elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus warisan leluhur.

Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII 2026 berlangsung pada 10–16 Oktober 2026 di Istana Niat Lima Laras. Selain seminar kebudayaan, kegiatan ini juga dimeriahkan hiburan artis nasional dan daerah, kesenian tradisional seperti debus, perlombaan Tari Zapin Kreasi, Vokal solo, lomba mewarnai, serta lomba memasak makanan tradisional bejombo.

Melalui perpaduan edukasi, seni, budaya, dan hiburan, Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII diharapkan menjadi wadah pelestarian identitas Melayu sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Batu Bara kepada masyarakat luas. (red). 

© Copyright 2025 - Bahagianews.com