MEDAN (bahagianews.com) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada periode 15 hingga 17 Maret 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca tersebut, seperti banjir, tanah longsor, genangan air, serta angin kencang, khususnya di wilayah yang rawan bencana.
Sebelumnya, pada periode 9–11 Maret 2026, BMKG juga mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan ekstrem tercatat di Sulawesi Utara dengan intensitas mencapai 208,6 milimeter per hari, sementara hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di Jawa Timur dengan curah hujan sekitar 120,5 milimeter per hari serta di beberapa daerah lainnya.
BMKG menjelaskan tingginya curah hujan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer. Di antaranya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Indonesia bagian tengah, keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W yang berkembang menjadi Siklon Tropis Nuri, serta adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia.
Kondisi atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah, termasuk di Sumatera Utara, sehingga memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati saat berkendara serta mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan. (red/fy).

Social Header