Batu Bara, Bahagianews.com – Pernyataan mantan Bupati Batu Bara, Zahir, yang belakangan kerap melontarkan komentar “nyinyir” terhadap kepemimpinan saat ini, mendapat tanggapan keras dari tokoh masyarakat Erwin T.P. Panjaitan.
Erwin, yang juga menjabat Ketua Tuan Dibangarna Boru Bere Ibe-bere Kabupaten Batu Bara, menilai Zahir sedang mencari panggung politik setelah gagal menunjukkan kinerja nyata selama satu periode menjabat sebagai Bupati Batu Bara.
> “Saya sangat menyayangkan pernyataan-pernyataan Zahir belakangan ini. Beliau seolah lupa bahwa selama menjabat satu periode justru gagal mengemban tugas dengan baik. Banyak janji tak pernah ditepati — termasuk soal pembangunan irigasi di Sei Sidalu-sidalu yang terbengkalai hingga akhir masa jabatannya,” tegas Erwin di sela kegiatan PSBD Etnis Batak Toba, Rabu (5/11/2025).
Menurut Erwin, publik Batu Bara sudah cukup cerdas menilai siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya pandai bersandiwara. Ia menilai gaya Zahir yang kerap muncul di media dengan nada menyindir justru menunjukkan sikap tidak legowo.
> “Selama menjabat, beliau nyaris tidak pernah hadir mendukung kegiatan budaya besar seperti PSBD. Tapi setelah tidak menjabat, malah berkomentar seolah paling peduli. Ini seperti pepatah lama, meludah ke atas, jatuh ke muka sendiri,” sindirnya pedas.
Erwin juga mengingatkan agar Zahir tidak terus mengobok-obok opini publik dengan retorika politik murahan. Saat ini, kata dia, masyarakat Batu Bara telah memiliki pemimpin baru, Bupati H. Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati Stafrizal SE MAP, yang sedang berupaya keras membangun daerah menuju visi Batu Bara Bahagia.
> “Zaman sudah berubah. Jangan lagi berpolitik adu domba. Biarkan pemimpin sekarang bekerja dengan tenang. Kalau masa jabatan sudah lewat, ya sudahlah. Jangan ngigau seolah masih berkuasa. Beliau (Zahir) sudah bukan bupati lagi,” ujar Erwin, disambut tawa dan tepuk tangan audiens yang hadir.
Di akhir pernyataannya, Erwin melempar pesan tajam kepada mantan pejabat yang masih haus sorotan media.
> “Kami diam bukan berarti tidak tahu. Tapi jangan salah, diam kami bukan untuk dikantongi,” tutupnya menohok.

Social Header