Sumatera Utara (bahagianews.com) — Cuaca ekstrem yang memicu hujan deras tanpa henti menyebabkan banjir bandang dan longsor besar di berbagai wilayah Sumatera Utara. Hingga kini, sedikitnya 37 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 57 orang masih dinyatakan hilang di sejumlah titik bencana.
Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan di
Sumut dalam beberapa tahun terakhir, dengan kerusakan parah pada pemukiman,
akses jalan, jembatan, serta infrastruktur publik.
Wilayah Paling Parah Terdampak
1. Kota Sibolga
Sibolga menjadi lokasi dengan dampak paling signifikan
akibat kombinasi banjir dan longsor. Sejumlah kelurahan seperti Angin Nauli,
Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali, Sibolga
Kota, dan Sibolga Sambas dilanda banjir lumpur serta aliran sungai yang
meluap.
Banyak rumah rusak dan terendam, sementara akses jalan
antar-kelurahan sempat terputus akibat material kayu dan batu terbawa arus.
2. Kabupaten Tapanuli Tengah
Di Tapanuli Tengah, banjir bandang disertai longsor menimpa
beberapa kecamatan pegunungan. Berbagai desa terisolasi setelah jalan utama
tertimbun material longsor dan jaringan komunikasi terputus.
Petugas masih kesulitan menjangkau beberapa lokasi karena
jalan nasional di wilayah ini banyak yang amblas.
3. Kabupaten Tapanuli Selatan
Wilayah Batang Toru dan sekitarnya terdampak banjir bandang
yang berubah menjadi arus lumpur pekat. Puluhan rumah rusak berat, dan beberapa
warga masih dilaporkan hilang setelah terseret aliran deras.
4. Kabupaten Tapanuli Utara
Hujan deras memicu longsor besar yang merusak dua
jembatan utama dan menutup akses di sejumlah ruas jalan kabupaten. Beberapa
desa sempat terisolasi hingga alat berat dikerahkan.
Tim BPBD mencatat puluhan rumah terdampak, sementara listrik
dan jaringan telekomunikasi sempat padam di beberapa titik.
5. Daerah Lain
Selain empat wilayah utama tersebut, laporan bencana juga
masuk dari lebih 11 kabupaten/kota lainnya berupa banjir, tanah longsor,
pohon tumbang, dan angin kencang. Beberapa daerah dataran rendah turut terendam
akibat luapan sungai.
Evakuasi Terkendala Akses dan Cuaca
Hujan masih mengguyur beberapa wilayah sehingga memperlambat
proses pencarian korban. Tim gabungan dari SAR, TNI, Polri, BPBD, relawan,
dan masyarakat bekerja membuka jalur secara manual sambil mengevakuasi
korban.
TNI AD telah mengerahkan beberapa satuan untuk membantu
membuka akses, mendirikan dapur umum, dan mendistribusikan logistik ke pos
pengungsian.
Pengungsi dan Dampak Infrastruktur
- Ribuan
warga mengungsi ke sekolah, rumah ibadah, dan tenda darurat.
- Sejumlah
jalan nasional putus total, termasuk jalur penghubung
Sibolga–Tapteng dan beberapa akses di Tapanuli.
- Jembatan
yang rusak menghambat suplai logistik ke desa-desa yang terisolasi.
- Listrik
padam di beberapa area perbukitan akibat tiang listrik tumbang.
BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
BMKG menyampaikan bahwa intensitas hujan dipicu gangguan
atmosfer dan sistem badai di wilayah barat Indonesia yang meningkatkan curah
hujan hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan
kewaspadaan terutama yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai.
Pemerintah: Status Tanggap Darurat
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak telah
menetapkan status tanggap darurat. Bantuan logistik dan tenaga medis
terus dikirimkan ke wilayah yang paling parah, sementara data korban terus
diperbarui.(red/fy).

Social Header